2.1 Pengertian Efektivitas
Dalam kamus
besar bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti
mempunyai nilai efektif, pengaruh atau akibat, bisa diartikan sebagai kegiatan
yang bisa memberikan hasil yang memuaskan, dapat dikatakan juga bahwa
efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan
menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang
dicapai. Jadi pengertian efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan/disebabkan
oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat
keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Pengertian
efektivitas secara umum menunjukan sampai seberapa jauh tercapainya suatu
tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian
efektivitas menurut Hidayat (1996: 77) yang menjelaskan bahwa: “
Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target
(kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana
makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya ”. Sedangkan pengertian efektivitas menurut Schemerhon John
R. Jr. (1996: 35) adalah sebagai berikut: “ Efektivitas adalah
pencapaian target output yang diukur
dengan cara membandingkan output
anggaran atau seharusnya (OA) dengan output
realisasi atau sesungguhnya (OS), jika (OA) > (OS) disebut efektif ”.
Adapun pengertian efektivitas menurut Prasetyo Budi Saksono (1994: 72)
adalah: “Efektivitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan output
yang dicapai dengan output yang
diharapkan dari sejumlah input “. Faktor
penyebab rendahnya output disebabkan masih rendahnya motivasi pengelola,
masih rendahnya system administrasi, serta rendahnya tingkat kesadaran. Namun
di sisi lain rendahnya upah (salary) disebabkan
minimnya anggaran, apabila dikaitkan dengan teori efektivitas.
Menurut Richard Steers (1996: 12), efektivitas yang
berasal dari kata efektif, yaitu :
“suatu pekerjaan
dikatakan efektif jika suatu pekerjaan yang dimulai dari masukan (input)
yang baik, proses pelaksanaan yang terarah, dan
menghasilkan satu keluaran (output) yang baik juga. Selain itu
suatu pekerjaan dikatakan efektif jika suatu pekerjaan dapat diselesaikan tepat
pada waktunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan”.
![]() |
Sumber:
Richard M. Steer (1996: 12)
Gambar 1
Pola Dasar Sebuah Model Efektivitas Sistem
Secara
sederhana dijabarkan oleh Richard M. Steers, bahwa, pada :
a.
Input, pengukuran efektivitas organisasi difokuskan pada
kemampuan atau potensi seseorang / organisasi.
b.
Throughput, pengukurannya difokuskan pada proses pelaksanaan
program.
c.
Output, pengukurannya difokuskan pada hasil yang diharapkan.
Ada empat karakteristik yang
mempengaruhi efektivitas kerja, seperti yang dikemukakan oleh Richard M. Steers
(1996 :
30-31), yaitu:
a.
Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi
terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi yang dapat mempengaruhi
segi-segi tertentu dari efektivitas dengan berbagai cara. Yang dimaksud
struktur adalah hubungan yang relatif tepat sifatnya, seperti dijumpai dalam
organisasi, sehubungan dengan susunan sumber daya manusia struktur meliputi
bagaimana cara organisasi menyusun orang-orangnya dalam menyelesaikan pekerjaan,
sedangkan yang dimaksud tehnologi adalah mekanisme suatu organisasi umtuk
mengubah masukan mentah menjadi keluaran.
b.
Karakteristik Lingkungan
Lingkungan luar dan lingkungan
dalam juga telah dinyatakan berpengaruh atas efektivitas, keberhasilan hubungan
organisasi lingkungan tampaknya amat tergantung pada tingkat variabel kunci
yaitu tingkat keterdugaan keadaan lingkungan, ketepatan persepsi atas keadaan
lingkungan, tingkat rasionalisme
organisasi.
c.
Karakteristik Pekerja
Pada kenyataannya para anggota organisasi merupakan
faktor pengaruh yang paling penting karena perilaku merekalah yang dalam jangka
panjang akan memperlancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi.
Pekerja merupakan sumber daya yang langsung berhubungan dengan pengelolaan
semua sumber daya yang ada di dalam organisasi, oleh sebab itu perilaku pekerja
sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Pekerja merupakan modal utama di dalam organisasi yang
akan berpengaruh besar terhadap efektivitas, karena walaupun tehnologi yang
digunakan merupakan tehnologi yang canggih dan didukung oleh adanya struktur
yang baik, namun tanpa adanya pekerja maka semua itu tidak ada gunanya.
d. Karakteristik Kebijaksanaan dan Praktek
Manajemen
Dengan
makin rumitnya proses teknologi dan perkembangannya lingkungan maka peranan
manajemen dalam mengkoordinasi orang dan proses demi keberhasilan organisasi
semakin sulit.
Menurut Steers (1996 : 192) Alat Ukur Efektivitas
Kerja meliputi unsur kemampuan
menyesuaikan diri/prestasi
kerja dan kepuasan
kerja :
1) Kemampuan
menyesuaikan diri
Kemampuan
manusia terbatas dalam sagala hal, sehingga dengan keterbatasannya itu
menyebabkan manusia tidak dapat mencapai pemenuhan kebutuhannya tanpa melalui
kerjasama dengan orang lain. Hal ini sesuai pendapat Steers yang menyatakan
bahwa kunci keberhasilan organisasi adalah kerjasama dalam pencapaian tujuan. Setiap organisasi yang masuk dalam organisasi dituntut
untuk dapat menyesuaikan diri dengan orang yang bekerja didalamnya maupun
dengan pekerjaan dalam organisasi tersebut. Jika kemampuan menyesuaikan diri
tersebut dapat berjalan maka tujuan organisasi dapat tercapai.
2) Prestasi kerja.
Prestasi
kerja adalah suatu hasil kerja ang dicapai seseorang dalam melaksanakan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan,
pengalaman, kesungguhan dan waktu (Hasibuan, 2001: 94).
3) Kepuasan
kerja
Tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan
atau pekerjaannya dalam organisasi. Tingkat rasa puas individu bahwa mereka
mendapat imbalan yang setimpal, dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dan
organisasi tempat mereka berada.
Dari pendapat
tersebut dapat disimpulkan bahwa
dengan kecakapan, pengalaman, kesungguhan waktu yang dimiliki oleh pegawai maka
tugas yang diberikan dapat dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang
dibebankan kepadanya. Tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan
atau pekerjaannya dalam organisasi. Tingkat rasa puas individu bahwa mereka
mendapat imbalan yang setimpal, dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dan
organisasi tempat mereka berada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar